Deposito Bunga dan Pajaknya

Hampir seluruh sektor telah ditetapkan besaran pajaknya, termasuk juga dengan deposito bunga tak lepas dari pengenaan pajak juga.

Pajak Suku Bunga Deposito

Berdasarkan ketentuan PPh (Pajak Penghasilan) Pasal 4 ayat 2, yang mengatur tentang pajak penghasilan atas jenis penghasilan-penghasilan tertentu yang sifatnya final serta tidak dapat dikreditkan dengan Pajak Penghasilan terutang, maka suku bunga untuk deposito di atas 7,5 juta Rupiah maka akan dikenakan pajak sebesar 20 %. Jadi untuk deposito senilai 7,5 juta dan di bawahnya tidak akan dikenakan pajak atau bebas pajak.

Contoh Cara Perhitungan Pajak Deposito Bunga

Cara perhitungan bunganya ialah sebagai berikut. Misalnya untuk deposito senilai 100 juta Rupiah yang berjangka waktu selama 12 bulan dan dengan suku bunga deposito sebesar 5% per tahun. Maka, simulasi contoh perhitungan pajak atas bunga deposito nya ialah sebagai berikut.

Bunga deposito per tahun

100.000.000 x 5% = 5.000.000

Bunga deposito per bulan 

5.000.000 : 12 bulan = 416.666,67

Pajak atas bunga deposito per bulan 

416,666.67 x 20% = 83.333,33

Pajak atas bunga deposito per tahun 

83.333,33 x 12 bulan = 999,999.96 (dibulatkan menjadi 1 juta Rupiah)

Itulah pajaknya ialah sebesar 1 juta Rupiah per tahun, dari bunga sebesar 5 juta Rupiah per tahun.

Dari perhitungan tersebut di atas maka diketahui bahwa besaran pajak per bulannya ialah sebesar sekitar 83 ribu Rupiah, dan pajak per tahun nya ialah 1 juta Rupiah, dan pada saat jatuh tempo nantinya setelah berlangsung selama 12 bulan, maka nasabah akan menerima dana sebesar 104 Juta Rupiah, yakni setelah dipotong pajak bunga deposito sebesar 1 juta Rupiah tersebut.

Pinalti Deposito

Selain pajak, maka akan dikenakan juga denda penalti jika deposito akan dicairkan sebelum tiba saat jatuh tempo. Deposito berjangka yang memiliki tenor jangka waktu tertentu tersebut pada dasarnya tidak akan dapat dicairkan hingga saat masa jangka waktu depositonya berakhir. Namun jika akan dicairkan juga, maka akan dikenakan denda pinalti yang besarannya bisa berbeda-beda antar bank. 

Pada beberapa BPR Syariah ada yang membebaskan biaya denda pinalti tersebut jika jangka waktunya tinggal satu atau hingga 3 bulan saja, untuk deposito berjangka waktu minimal 12 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *