Selain Cara Hitung Ovulasi, Gunakan Cara Lain untuk Menentukan Masa Ovulasi Jika Siklus Haid Tidak Beraturan

Cara hitung masa ovulasi atau menentukan kapan tibanya masa ovulasi atau masa subur bukanlah perkara yang sulit jika siklus haid yang anda miliki tergolong teratur. Umumnya, masa ovulasi ini terjadi 14 hari tentunya sebelum datangnya awal hari siklus mens pada bulan selanjutnya. Tapi, tidak semua wanita siklus haidnya berjalan teratur. Dan ini tentunya membuat para wanita bingung dalam menentukan terjadinya masa subur. Hal ini karena sulitnya memprediksi tanggal menstruasi berikutnya. 

Meskipun begitu, bukan berarti anda tidak dapat mengetahui kapan anda akan mendapati masa subur dengan siklus mens yang tidak berlangsung secara teratur. Ya, secara umum, ada cara hitung masa ovulasi yang bisa dilakukan dengan mudah bagi wanita yang siklus haidnya teratur. Bagi anda yang memiliki ketidakteraturan siklus haid, artikel ini menginformasikan anda yang siklus haidnya tidak teratur beberapa cara untuk menentukan masa terjadinya ovulasi. 

Catatlah siklus menstruasi selama 6 hingga 12 bulan

Jika memang siklus mens anda tidak teratur, maka anda diharuskan disiplin dan jelih dalam pencatatan siklus haid. Tanggal permulaan dan juga berakhirnya menstruasi anda harus catat dengan teliti, paling tidak anda harus mencatat berturut-turut siklus haid tersebut selama sekitar 6 kali siklus. Dengan demikian, catatan ini dapat anda tunjukkan ke dokter agar dokter dapat menentukan bagaimana pola menstruasi yang anda alami. Di sinilah, dokter ikut andil dalam menentukan atau memperkirakan waktu terjadinya masa subur anda. 

Perhatikan dengan seksama lendir serviks anda

Setelah anda selesai mengalami masa haid, biasanya mulut rahim anda (serviks) tidak lama lagi akan mengeluarkan cairan atau lendir yang tidak berbau dan juga jernih. Biasanya, kita menyebut lendir ini merupakan keputihan biasa. Lendir yang keluar tersebut terkadang hanya sedikit dan terlihat kental. Namun, kadang juga jumlahnya lebih banyak dan kelihatan agak encer. 

Salah satu tanda masa subur yakni munculnya lendir serviks yang mana teksturnya agak encer dan terlihat menyerupai putih telur. Dengan munculnya lendir serviks inilah yang akan memudahkan sperma menembus rahim untuk melakukan pembuahan terhadap sel telur. 

Mengukur suhu basal 

Sepanjang hari suhu tubuh sifatnya yakni fluktuatif. Lalu apa yang dimaksud suhu basal? Yaitu suhu tubuh dimana anda dapat mengukirnya saat anda bangun tidur di pagi hari. Untuk hasil terbaik, anda dapat menggunakan termometer untuk mengukurnya dengan memasukkannya di mulut. 

Setiap pagi, anda harus mencatat suhu basal tersebut. Ketika masa ovulasi datang, biasanya ada peningkatan suhu basal yakni sekitar 0,5-1° C. Tentunya, suhu ini berbeda dengan suhu basal di hari-hari biasa sebelum datangnya ovulasi. Jika memang anda dan pasangan benar-benar merencanakan kehamilan, lakukanlah hubungan seks saat anda mengetahui bahwa suhu basal anda sedang meningkat. 

Gunakanlah alat pendeteksi ovulasi

Selain cara manual dalam menghitung masa ovulasi, ada juga alat yang bisa anda gunakan untuk mendeteksi kapan anda akan mengalami ovulasi. Tentunya, urine anda juga ikut andil dalam hal ini. Ya, alat ini bentuknya tidak jauh beda dengan alat tes kehamilan. Bahkan, cara kerjanya pun sama. Sama halnya alat tes kehamilan yang mendeteksi munculnya suatu hormon (b-HCG) yang terdapat dalam urine, maka alat pendeteksi ovulasi ini pun mendeteksi suatu hormon yang disebut LH di urine dengan kadar yang cukup tinggi. 

Menjelang masa ovulasi, tepatnya sekitar 24 hingga 48 jam sebelum ovulasi, Hormon LH ini biasanya jumlahnya akan mengalami peningkatan drastis. Jadi, ketika anda melihat hasil positif di alat pendeteksi ovulasi tersebut, ada kemungkinan bahwa anda akan mendapati masa subur dalam waktu 1 atau 2 hari ke depan. Alat ini kerjanya cukup akurat dan sangat membantu anda dalam mengetahui usia subur dengan sangat mudah.

Demikianlah hal yang dapat anda lakukan dalam menentukan masa ovulasi anda jika memang siklus mens anda tidak beraturan karena cara hitung masa ovulasi pada umumnya belum tentu membuahkan hasil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *